Hai. Hai..Hai...Emak sholihah datang lagi nih. Biasanya blog ini bercerita tentang petualangan yang penuh keceriaan kan. Etapi, kali ini ada sedikit yang berbeda. Emak sholihah mau bercerita tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada akhir Desember 2017. Masa dimana menurut emak sholihah layak untuk selalu dikenang. Baiklah, kita mulai ya..
Akhir November 2017
Pada akhir November 2017, saya dan Pak Suami ngobrol ringan sambil momong duo sholihah yang lagi main. Dari ngobrol itu, kami sepakat merencanakan mudik ke Semarang dan Jepara sekaligus liburan ke Jogja pada bulan Januari 2018 (inget cerita sebelumnya kan?). Selain itu, kami juga sepakat untuk mengganti mobil lama karena duo sholihah sudah tambah gede. Untuk itu, kami berbagi tugas, saya yang mengatur segala keperluan untuk mudik dan liburan, sementara Pak Suami yang mengurus jual beli mobil *ya iyalah mobil lama harus dijual dulu baru bisa beli mobil baru.
Pada akhir November 2017, saya dan Pak Suami ngobrol ringan sambil momong duo sholihah yang lagi main. Dari ngobrol itu, kami sepakat merencanakan mudik ke Semarang dan Jepara sekaligus liburan ke Jogja pada bulan Januari 2018 (inget cerita sebelumnya kan?). Selain itu, kami juga sepakat untuk mengganti mobil lama karena duo sholihah sudah tambah gede. Untuk itu, kami berbagi tugas, saya yang mengatur segala keperluan untuk mudik dan liburan, sementara Pak Suami yang mengurus jual beli mobil *ya iyalah mobil lama harus dijual dulu baru bisa beli mobil baru.
Awal Desember 2017
Masing - masing menjalankan tugas agar Misi 2018 bisa terlaksana dengan baik.*gaya banget sih* Emak sholihah mulai pesan tiket kereta api, tiket pesawat, booking hotel, bahkan bikin rencana perjalanan kami *kali ini pengen menikmati transportasi umum alias ngga mau pake mobil*. Alhamdulillah awal Desember, sudah selesai semua persiapan mudik dan liburan kami. Emak sholihah senang, liburan sudah di depan mata.
Masing - masing menjalankan tugas agar Misi 2018 bisa terlaksana dengan baik.*gaya banget sih* Emak sholihah mulai pesan tiket kereta api, tiket pesawat, booking hotel, bahkan bikin rencana perjalanan kami *kali ini pengen menikmati transportasi umum alias ngga mau pake mobil*. Alhamdulillah awal Desember, sudah selesai semua persiapan mudik dan liburan kami. Emak sholihah senang, liburan sudah di depan mata.
![]() |
| Sebagian rencana perjalanan kami |
Bagaimana dengan tugas Pak Suami. Awal Desember mulai pasang iklan jual mobil di beberapa lapak jual beli mobil, di laman Media Sosial dan mencoba nawarin ke dealer offline juga. Kami sepakat untuk santai alias ngga ngoyo dalam menjual mobil. Batas maksimal mobil harus terjual di bulan Februari 2018 dengan harga minimal sesuai yang ditawar oleh salah satu dealer jual beli mobil bekas. Ya, kami tidak berharap harga jual mobil bisa tinggi mengingat usia mobilnya sudah tua walopun performanya masih kece bangeeeet...*tetiba kangen mbak City*
14 Desember 2017
Kamis siang, tanggal 14 Desember 2017. Posisi masih di kantor masing - masing. Budhe yang jaga duo sholihah tiba - tiba telepon dan ngabarin kalo adek mainan gunting, rambutnya sudah acak - acakan digunting sendiri. Jelas donk emaknya panik, langsung telpon Pak Suami. Kami sepakat pulang ke rumah. Pas sudah sampai rumah, emaknya cuma bisa bengong lihat hasil karya anak bungsu dan berusaha menenangkannya. Ya, saya harus menenangkannya supaya adek bisa cerita apa yang terjadi tanpa ada rasa takut dimarahi. Bagaimana dengan Ayahnya? Laki - laki yang selama ini paling sabar dan ngga pernah marah, tiba - tiba marah ke budhe dan mba yang jagain duo sholihah. *ternyata Pak Suami bisa marah juga*
Dari kejadian tersebut, tak lupa kami tetap bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah, cuma rambutnya yang dipotong. Rambutnya masih bisa dirapiin di salon dan bisa tumbuh panjang lagi. Dan berharap, kejadian ini tidak terulang kembali.
Dan... 4 hari setelah kejadian itu, bocah kecil ini jatuh, dahinya mbejendol. *kasian banget kamu nak*
21 Desember 2017
Dari kejadian tersebut, tak lupa kami tetap bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah, cuma rambutnya yang dipotong. Rambutnya masih bisa dirapiin di salon dan bisa tumbuh panjang lagi. Dan berharap, kejadian ini tidak terulang kembali.
![]() |
| Beginilah penampakan hasil karya anak bungsu |
21 Desember 2017
Kamis, tanggal 21 Desember 2017. Tepat seminggu dari kejadian potong rambut. Sore menjelang pulang kantor, posisi masih di kantor. Budhe telepon dan emak sholihah udah was was, ada kejadian apa lagi ini. Wajar donk, mengingat dalam seminggu ini ada dua kejadian yang bikin emak sholihah ini banyak istighfar. Yup, ternyata beneran pemirsaaaahhh. Anak bungsu jatuh lagi dan tangan kanannya bengkok. Kata budhenya sih, lari - larian di komplek dan jatuh ketimpa kakaknya yang badannya jaauuuh lebih gede. Ya Allah, ada apa lagi ini. Perjalanan pulang ke rumah terasa lebih lama dan lebih jauh. Begitu sampai rumah, tak tega liat tangan kanan adek yang bengkok. Awalnya, ikhtiar kami cuma sebatas pijat tradisional. Selama beberapa hari, kami mendatangkan tukang pijat dan berharap tangan adek bisa segera pulih kembali. Selama liburan natal, kami tetap menimati liburan karena sudah terlanjur janji kepada duo sholihah dan emaknya juga butuh liburan setelah dalam seminggu ini ada 3 kejadian yang bikin emosi emak sholihah naik turun.
Kami sangat bersyukur karena dikarunia anak sholihah yang tidak pernah mengeluh dan tetap menikmati liburannya walopun tangan kanannya sedang sakit. Setelah beberapa hari tangan kanannya dipijat dan tidak menunjukkan tanda - tanda membaik, akhirnya kami memutuskan akan membawa adek ke dokter. Kami pun bikin janji dengan salah satu dokter di RSPI Bintaro Jaya untuk kedatangan hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017. Ayah dan Emaknya harap - harap cemas menunggu hari Sabtu.
![]() |
| Adakah yang sadar kalo tangan kanannya bengkok? |
![]() |
| Anak bungsu yang selalu berusaha mandiri walopun tangan kanannya bengkok |
Kami sangat bersyukur karena dikarunia anak sholihah yang tidak pernah mengeluh dan tetap menikmati liburannya walopun tangan kanannya sedang sakit. Setelah beberapa hari tangan kanannya dipijat dan tidak menunjukkan tanda - tanda membaik, akhirnya kami memutuskan akan membawa adek ke dokter. Kami pun bikin janji dengan salah satu dokter di RSPI Bintaro Jaya untuk kedatangan hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017. Ayah dan Emaknya harap - harap cemas menunggu hari Sabtu.
29 Desember 2017
Masih ingat dengan misi kami kan, 2018 pengen ganti mobil. Sejak Pak Suami pasang iklan jual mobil, banyak yang menghubungi dan menawar mobil kami. Finally, Jum'at siang tanggal 29 Desember 2017 transaksi pun terjadi. Semua diluar perkiraan kami. Lagi - lagi kami bersyukur kepada Allah karena mobil terjual jauh lebih cepat dan dengan harga jauh lebih tinggi dari harga yang pernah ditawar oleh dealer jual beli mobil bekas. Alhamdulillah, salah satu misi 2018 bakal terlaksana nih.
30 Desember 2017
Kembali ke cerita anak bungsu. Kami sudah janji bertemu pada pukul 13.00 dengan dr. Daffodilone Cahyadi, Sp.OT, seorang dokter Spesialis Ortopedi di RSPI Bintaro Jaya untuk memeriksa kondisi tangan adek. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa adek harus segera dioperasi supaya tangannya segera pulih kembali. Tak lupa dokter pun memberikan estimasi biaya yang harus kami keluarkan untuk operasi tangan adek. Hati orang tua mana yang nggak kaget denger penjelasan panjang x lebar dari dokter dan kami pun harus segera mengambil keputusan demi tangan adek. Kami mencoba untuk mencari dokter spesialis ortopedi dari RS lain yang terdekat dari rumah kami untuk mendapatkan second opinion. Sebenarnya ada salah satu RS yang saat itu dokter spesialis ortopedinya sedang ada jadwal praktek, akan tetapi waktu sudah semakin sore dan RS tsb agak jauh dari rumah. Akhirnya, kami pun sepakat kembali ke RSPI Bintaro Jaya. Kami kembali ke Dr. Daffodilone dan dijadwalkan jam 19.00 adek akan masuk ruang operasi dan adek harus puasa dulu 2 jam sebelum masuk ruang operasi. Kami segera menyelesaikan administrasi sebelum pulang dan akan kembali lagi setelah sholat maghrib. Sebelumnya kami mampir ke tempat makan di RS tsb supaya adek siap untuk puasa. Tak lupa saya langsung menghubungi Ibu dan Saudara - Saudara untuk meminta doa agar diberikan kelancaran dan kemudahan pelaksaan operasinya adek.Kami sudah kembali ke rumah untuk nyiapin operasinya adek. Yang semula kami berusaha tegar dan menahan air mata, akhirnya setelah sholat ashar tangis kami berdua pun pecah. Menangis dalam raungan doa, memohon kekuatan dan keselamatan dari Allah. Saya yang ngga pernah lihat Pak Suami menangis, hari itu saya menyaksikan sendiri air mata laki - laki paling sabar itu jatuh dengan sangat deras. Setelah sholat maghrib, kami memesan taksi online *sudah ngga punya mobil donk*. dan bersiap ke RSPI. Setelah sampai, adek harus melalui beberapa pemeriksaan lagi sebelum masuk ruang operasi. Setelah dirasa cukup pemeriksaan dan adek sudah terlihat siap untuk dilakukan tindakan, masuklah adek dan ayah ke ruang operasi. Emaknya kemana? Emaknys sudah ngga kuat menahan rasa sedih dan lebih memilih menemani kakak di luar ruang operasi. Kata Ayahnya sih, ruang operasinya sangat terang dan penuh dengan alat - alat canggih. Setelah adek dibius total dan siap dilakukan tindakan, Ayah keluar dan kami bertiga menunggu di luar ruang operasi. Menunggu dengan penuh harap dan doa yang tak pernah berhenti. Sampai disini kami bersyukur, karena kakak selalu setia menemani adek dan tidak rewel sehingga memudahkan kami fokus ke adek.
Setelah kurang lebih satu jam, Ayahnya dipanggil untuk membangunkan adek pasca operasi. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Semua administrasi segera diselesaikan dan kami pulang ke rumah jam 23.00. Dan saat melakukan pembayaran, lagi - lagi kami dibuat kaget sekaligus bersyukur kepada Allah. Ternyata besaran biayanya hampir sama dengan selisih harga jual mobil dengan harga minimal yang ditawarkan dealer jual beli mobil bekas. Inilah kebesaran Allah. Allah memberikan kemudahan terjualnya mobil untuk memudahkan kami membayar biaya operasi adek. Padahal sebelumnya kami sudah siap - siap seandainya biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar karena ketika bertemu dengan dokter, beliau hanya menyampaikan perkiraan biaya belum termasuk administrasi dan obat - obatan. Disitulah kami makin yakin bahwa Allah itu akan selalu memudahkan kita asalkan kita menyerahkan semua urusan kita kepada Allah.
![]() |
| Pasca operasi |
Pasca operasi, dokter menyampaikan bahwa adek setiap minggu harus kontrol dan selama sebulan tangannya harus tetap dibungkus gips. Apa kabar liburan kami? Mengingat jadwal liburannya tinggal 2 minggu dan itu artinya tangan adek masih dibungkus, maka kami putuskan untuk membatalkan semua rencana liburannya. *harus legowo*. Pada awalnya, tangan yang dibungkus membuat adek berubah jadi pemalu dan perlu ekstra effort untuk mebujuk adek mau ke sekolah dan bermain di luar rumah. Tapi, kalo di dalam rumah jangan ditanya seberapa aktifnya ini bocah ya. aktiiffff bangeeet.
Perlu waktu kurang lebih seminggu, akhirnya mau keluar rumah.
Setelah operasi selesai, kami putuskan untuk menunda liburan sampai gipsnya adek dilepas. Kami sepakat mudik akan dilakukan awal Februari 2018 sambil menunggu proses mobil selesai dan siap untuk diajak mudik. Liburan ke Jogja kami tunda sampai akhir tahun 2018. Finally, semua misi 2018 terlaksana. Kami semakin yakin bahwa Allah adalah sebaik - baik pembuat skenario hidup kita dan kami makin bersyukur atas kemudahan dan kelancaran yang telah Allah berikan kepada kami.
Bintaro, 30 Desember 2018
Tepat setahun adek selesai operasi
Bintaro, 30 Desember 2018
Tepat setahun adek selesai operasi










Tidak ada komentar:
Posting Komentar