Minggu, 30 Desember 2018

Setahun yang Lalu ( Desember 2017)

Hai. Hai..Hai...Emak sholihah datang lagi nih. Biasanya blog ini bercerita tentang petualangan yang penuh keceriaan kan. Etapi, kali ini ada sedikit yang berbeda. Emak sholihah mau bercerita tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada akhir Desember 2017. Masa dimana menurut emak sholihah layak untuk selalu dikenang. Baiklah, kita mulai ya..

Akhir November 2017
Pada akhir November 2017, saya dan Pak Suami ngobrol ringan sambil momong duo sholihah yang lagi main. Dari ngobrol itu, kami sepakat merencanakan mudik ke Semarang dan Jepara sekaligus liburan ke Jogja pada bulan Januari 2018 (inget cerita sebelumnya kan?). Selain itu, kami juga sepakat untuk mengganti mobil lama karena duo sholihah sudah tambah gede. Untuk itu, kami berbagi tugas, saya yang mengatur segala keperluan untuk mudik dan liburan, sementara Pak Suami yang mengurus jual beli mobil *ya iyalah mobil lama harus dijual dulu baru bisa beli mobil baru.

Awal Desember 2017
Masing - masing menjalankan tugas agar Misi 2018 bisa terlaksana dengan baik.*gaya banget sih* Emak sholihah mulai pesan tiket kereta api, tiket pesawat, booking hotel, bahkan bikin rencana perjalanan kami *kali ini pengen menikmati transportasi umum alias ngga mau pake mobil*. Alhamdulillah awal Desember, sudah selesai semua persiapan mudik dan liburan kami. Emak sholihah senang, liburan sudah di depan mata.
Sebagian rencana perjalanan kami
Bagaimana dengan tugas Pak Suami. Awal Desember mulai pasang iklan jual mobil di beberapa lapak jual beli mobil, di laman Media Sosial dan mencoba nawarin ke dealer offline juga. Kami sepakat untuk santai alias ngga ngoyo dalam menjual mobil. Batas maksimal mobil harus terjual di bulan Februari 2018 dengan harga minimal sesuai yang ditawar oleh salah satu dealer jual beli mobil bekas.  Ya, kami tidak berharap harga jual mobil bisa tinggi mengingat usia mobilnya sudah tua walopun performanya masih kece bangeeeet...*tetiba kangen mbak City* 

14 Desember 2017
Kamis siang, tanggal 14 Desember 2017. Posisi masih di kantor masing - masing. Budhe yang jaga duo sholihah tiba - tiba telepon dan ngabarin kalo adek mainan gunting, rambutnya sudah acak - acakan digunting sendiri. Jelas donk emaknya panik, langsung telpon Pak Suami. Kami sepakat pulang ke rumah. Pas sudah sampai rumah, emaknya cuma bisa bengong lihat hasil karya anak bungsu dan berusaha menenangkannya. Ya, saya harus menenangkannya supaya adek bisa cerita apa yang terjadi tanpa ada rasa takut dimarahi. Bagaimana dengan Ayahnya? Laki - laki yang selama ini paling sabar dan ngga  pernah marah, tiba - tiba marah ke budhe dan mba yang jagain duo sholihah. *ternyata Pak Suami bisa marah juga*
Dari kejadian tersebut, tak lupa kami tetap bersyukur kepada Allah.  Alhamdulillah, cuma rambutnya yang dipotong. Rambutnya masih bisa dirapiin di salon dan bisa tumbuh panjang lagi. Dan berharap, kejadian ini tidak terulang kembali.
Beginilah penampakan hasil karya anak bungsu
Dan... 4 hari setelah kejadian itu, bocah kecil ini jatuh, dahinya mbejendol. *kasian banget kamu nak*

21 Desember 2017
Kamis, tanggal 21 Desember 2017. Tepat seminggu dari kejadian potong rambut. Sore menjelang pulang kantor, posisi masih di kantor. Budhe telepon  dan emak sholihah udah was was, ada kejadian apa lagi ini. Wajar donk, mengingat dalam seminggu ini ada dua kejadian yang bikin emak sholihah ini banyak istighfar. Yup, ternyata beneran pemirsaaaahhh. Anak bungsu jatuh lagi dan tangan kanannya bengkok.   Kata budhenya sih, lari - larian di komplek dan jatuh ketimpa kakaknya yang badannya jaauuuh lebih gede. Ya Allah,  ada apa lagi ini. Perjalanan pulang ke rumah terasa lebih lama dan lebih jauh. Begitu sampai rumah, tak tega liat tangan kanan adek yang bengkok. Awalnya, ikhtiar kami cuma sebatas pijat tradisional. Selama beberapa hari, kami mendatangkan tukang pijat dan berharap tangan adek bisa segera pulih kembali.  Selama liburan natal, kami tetap menimati liburan karena sudah terlanjur janji kepada duo sholihah dan emaknya juga butuh liburan setelah dalam seminggu ini ada 3 kejadian yang bikin emosi emak sholihah naik turun. 

Adakah yang sadar kalo tangan kanannya bengkok?

Anak bungsu yang selalu berusaha mandiri walopun tangan kanannya bengkok

Kami sangat bersyukur karena dikarunia anak sholihah yang tidak pernah mengeluh dan tetap menikmati liburannya walopun tangan kanannya sedang sakit. Setelah beberapa hari tangan kanannya dipijat dan tidak menunjukkan tanda - tanda membaik, akhirnya kami memutuskan akan membawa adek ke dokter. Kami pun bikin janji dengan salah satu dokter di RSPI Bintaro Jaya untuk kedatangan hari Sabtu tanggal 30 Desember 2017. Ayah dan Emaknya harap - harap cemas menunggu hari Sabtu.

29 Desember 2017 
Masih ingat dengan misi kami kan, 2018 pengen ganti mobil. Sejak Pak Suami pasang iklan jual mobil, banyak yang menghubungi dan menawar mobil kami. Finally, Jum'at siang tanggal 29 Desember 2017 transaksi pun terjadi. Semua diluar perkiraan kami. Lagi - lagi kami bersyukur kepada Allah karena mobil terjual jauh lebih cepat dan dengan harga jauh lebih tinggi dari harga yang pernah ditawar oleh dealer jual beli mobil bekas. Alhamdulillah, salah satu misi 2018 bakal terlaksana nih.
30 Desember 2017
Kembali ke cerita anak bungsu. Kami sudah janji bertemu pada pukul 13.00 dengan dr. Daffodilone Cahyadi, Sp.OT, seorang dokter Spesialis Ortopedi di RSPI Bintaro Jaya untuk memeriksa kondisi tangan adek. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa adek harus segera dioperasi supaya tangannya segera pulih kembali. Tak lupa dokter pun memberikan estimasi biaya yang harus kami keluarkan untuk operasi tangan adek. Hati orang tua mana yang nggak kaget denger penjelasan panjang x lebar dari dokter dan kami pun harus segera mengambil keputusan demi tangan adek. Kami mencoba untuk mencari dokter spesialis ortopedi dari RS lain yang terdekat dari rumah kami untuk mendapatkan second opinion. Sebenarnya ada salah satu RS yang saat itu dokter spesialis ortopedinya sedang ada jadwal praktek, akan tetapi waktu sudah semakin sore dan RS tsb agak jauh dari rumah. Akhirnya, kami pun sepakat kembali ke RSPI Bintaro Jaya. Kami kembali ke Dr. Daffodilone dan dijadwalkan jam 19.00 adek akan masuk ruang operasi dan adek harus puasa dulu 2 jam sebelum masuk ruang operasi. Kami segera menyelesaikan administrasi sebelum pulang dan akan kembali lagi setelah sholat maghrib. Sebelumnya kami mampir ke tempat makan di RS tsb supaya adek siap untuk puasa. Tak lupa saya langsung menghubungi Ibu dan Saudara - Saudara untuk meminta doa agar diberikan kelancaran dan kemudahan pelaksaan operasinya adek.




Kami sudah kembali ke rumah untuk nyiapin operasinya adek. Yang semula kami berusaha tegar dan menahan air mata, akhirnya setelah sholat ashar tangis kami berdua pun pecah. Menangis dalam raungan doa, memohon kekuatan dan keselamatan dari Allah. Saya yang ngga pernah lihat Pak Suami menangis, hari itu saya menyaksikan sendiri air mata laki - laki paling sabar itu jatuh dengan sangat deras. Setelah sholat maghrib, kami memesan taksi online *sudah ngga punya mobil donk*. dan bersiap ke RSPI. Setelah sampai, adek harus melalui beberapa pemeriksaan lagi sebelum masuk ruang operasi. Setelah dirasa cukup pemeriksaan dan adek sudah terlihat siap untuk dilakukan tindakan, masuklah adek dan ayah ke ruang operasi. Emaknya kemana? Emaknys sudah ngga kuat menahan rasa sedih dan lebih memilih menemani kakak di luar ruang operasi. Kata Ayahnya sih, ruang operasinya sangat terang dan penuh dengan alat - alat canggih. Setelah adek dibius total dan siap dilakukan tindakan, Ayah keluar dan kami bertiga menunggu di luar ruang operasi. Menunggu dengan penuh harap dan doa yang tak pernah berhenti. Sampai disini kami bersyukur, karena kakak selalu setia menemani adek dan tidak rewel sehingga memudahkan kami fokus ke adek.

Setelah kurang lebih satu jam, Ayahnya dipanggil untuk membangunkan adek pasca operasi. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Semua administrasi segera diselesaikan dan kami pulang ke rumah jam 23.00. Dan saat melakukan pembayaran, lagi - lagi kami dibuat kaget sekaligus bersyukur kepada Allah. Ternyata besaran biayanya hampir sama dengan selisih harga jual mobil dengan harga minimal yang ditawarkan dealer jual beli mobil bekas. Inilah kebesaran Allah. Allah memberikan kemudahan terjualnya mobil untuk memudahkan kami membayar biaya operasi adek. Padahal sebelumnya kami sudah siap - siap seandainya biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar karena ketika bertemu dengan dokter, beliau hanya menyampaikan perkiraan biaya belum termasuk administrasi dan obat - obatan. Disitulah kami makin yakin bahwa Allah itu akan selalu memudahkan kita asalkan kita menyerahkan semua urusan kita kepada Allah.

Pasca operasi
Pasca operasi, dokter menyampaikan bahwa adek setiap minggu harus kontrol dan selama sebulan tangannya harus tetap dibungkus gips. Apa kabar liburan kami? Mengingat jadwal liburannya tinggal 2 minggu dan itu artinya tangan adek masih dibungkus, maka kami putuskan untuk membatalkan semua rencana liburannya. *harus legowo*. Pada awalnya, tangan yang dibungkus membuat adek berubah jadi pemalu dan perlu ekstra effort untuk mebujuk adek mau ke sekolah dan bermain di luar rumah. Tapi, kalo di dalam rumah jangan ditanya seberapa aktifnya ini bocah ya. aktiiffff bangeeet. 
Perlu waktu kurang lebih seminggu, akhirnya mau keluar rumah.

Setelah operasi selesai, kami putuskan untuk menunda liburan sampai gipsnya adek dilepas. Kami sepakat mudik akan dilakukan awal Februari 2018 sambil menunggu proses mobil selesai dan siap untuk diajak mudik. Liburan ke Jogja kami tunda sampai akhir tahun 2018. Finally, semua misi 2018 terlaksana. Kami semakin yakin bahwa Allah adalah sebaik - baik pembuat skenario hidup kita dan kami makin bersyukur atas kemudahan dan kelancaran yang telah Allah berikan kepada kami.




Bintaro, 30 Desember 2018
Tepat setahun adek selesai operasi



Senin, 24 Desember 2018

Jogja..Jogja..Jogja.. Part II (15122018 - 16122018)

Selamat Pagi Jogjaaa. Mari awali pagi dengan mengucapkan banyak rasa syukur kepada Alloh atas semua limpahan rahmat dan berkahnya untuk kita semua.  Semalam sudah cukup istirahatnya, saatnya kita mulai petualangan hari ini. Pastinya kami mengawali pagi dengan sarapan. Breakfast di hotel Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta TOP BGT deeeh. Saking semangatnya dan menikmati semua menunya sampai lupa  take picture *maafkeun yaaak*. Layak lah kalo hotel ini dapat '2018 Traveloka Hotel Awards Winner : Best Food'




Usai sudah menikmati sarapan pagi ini, mari kita lanjut berenang yuuuk. Ada yang semangat banget berenangnya. hihihi


Setelah puas berenang, saatnya bilas. Selesai bilas, ngga sengaja duo sholihah ngeliat ruang fitness daaan tau donk apa yang terjadi. Rasa pengen tau dan pengen mencobanya muncuul


Perut sudah kenyang, berenang juga sudah puas, yuk mari kita mulai petualangan hari ini. Kami sudah janjian dengan driver rental dijemput jam 9 pagi. Tujuan pertama kami adalah Taman Pintar. Banyak hal yang bisa kita pelajari disini dan duo sholihah seneeeng bangeet. Di Taman Pintar sebenarnya ada 3 gedung, yaitu gedung oval, gedung kotak, dan gedung memorabilia. Tapi, berhubung saat kami berkunjung kesana bertepatan dengan banyaknya rombongan sekolah yang study tour dan suasana jadi penuh banget, maka kami mengurungkan niat untuk mengunjungi ketiga gedung tersebut. Apa yang kami kunjungi di Taman Pintar? Kami masuk ke Planetarium, PAUD Barat, dan PAUD Timur. 


Pertama yang kami kunjungi adalah Planetarium, dimana kita bisa nonton simulasi langit malam Jogja dan mempelajari sistem tata surya mulai dari planet mars, saturnus dan yang lainnya. Sebelum masuk kita masuk ke Planetarium, kita harus beli tiket terlebih dahulu ya (seingat saya 22rb/orang). Disini seruuu bangeeettt. Duo sholihah menikmati filmnya.
antrian masuk Planetarium




Setelah nonton di Planetarium, mari kita lanjut ke PAUD Barat. Disini anak2 belajar tentang komputer, lego dll. Hanya anak2 yang boleh masuk, orang tuanya menunggu di ruang tunggu yang dilengkapi dengan cctv. Jadi, kita bisa lihat ngapain aja duo sholihah di dalam sana. Tiket masuknya muraaah bingiiit, cuma 3rb/anak. Eh iya, untuk PAUD ini hanya boleh untuk usia 3 - 6 tahun ya





Dari PAUD Barat, kami ke PAUD Timur. Disini kegiatannya lebih ke seni, duo sholihah membawa hasil mewarnainya. Tiketnya sama dengan PAUD Barat, 3rb/anak dan hanya untuk usia 3 - 6 tahun.

Habis dari PAUD Timur, kami sholat dhuhur dulu dan lanjut muter - muter komplek Taman Pintar. Berikut ini beberapa hal yang ada di Taman Pintar yeee...





Makan siang kali ini hanya diisi dengan ngemil roti dan minum susu ya. Itu sudah cukup karena masih kenyang, tadi sarapannya sudah pol polan maemnya. heee. Setelah puas di Taman Pintar, mari kita lanjut petualangan kita hari ini. Cuussss kita ke Museum Gunung Merapi.


Museum Gunungapi Merapi ini adalah sebuah museum yang berisi pengetahuan tentang Gunung api Merapi dan fenomena gunung api lainnya di seluruh dunia secara umum. Banyak yang bisa dipelajari disini khususnya tentang Gunung Merapi. Maapkeun ya lupa harga tiketnya. Kita juga bisa nonton theatre tentang Erupsi Gunung Merapi. Duo Sholihah excited banget. Nggak rugi deh kesini






Khusyu' nonton semuanya
 

Kakak si pengamat. Semuamuanya ditanyain
Puas di Museum Gunung Merapi, kami melipir ke Merapi Park yang letaknya ngga jauh dari Museum Gunung Merapi. Merapi Park ini berupa taman yang dilengkapi dengan miniatur landmark dunia. Instagramable lah kata kids jaman now. Tiketnya 20rb/orang yee..












Hari sudah semakin sore, sudah puas foto2nya dan sudah mulai turuh hujan. Mari kita cusss pulang yee. Perut lapar minta diisi, sebelum nyampe hotel mari kita isi dengan yang hangat - hangat, maem sop ayam Pak Min. Perut kenyang hati senang. 
Eh iya, sebelum nyampe hotel kami dikabari kalo kakak sulung beserta keluarga dan adek paling bontot nyusul ke Jogja. Yiippiii,,bakal lebih rame nih kamarnya. Duo sholihah juga seneng banget kakak - kakak sepupunya mau datang. Daaannn...yang ditunggu pun tiba, kamarnya jadi lebiih rame menyenangkan. 

Setelah ngobrol panjang lebar dan  anak2 pun sudah puas bermain di kamar, saatnya kita menikmati malam minggu di Jogja.


Kembali ke hotel sudah hampir tengah malam, anak2 pun sudah tidur. Mari kita istirahat untuk menyiapkan tenaga buat esok hari.
Yup...setelah istirahat cukup, esok harinya anak2 menagih janji berenang. Tentunya harus sarapan dulu sebelum berenang donk.  
Habis sarapan terbitlah berenang. Semangat bangeeet dooonk berenangnya


Setelah lelah berenang, saatnya bilas dan kembali ke kamar. Tapi, sebelum kembali ke kamar masih sempet maen di playground dulu niih




Kembali lagi di kamar dan saatnya emak sholehah packing dan beberes kamar karena liburan hampir selesai. Setelah beberes koper selesai, saatnya kita check out meninggalkan hotel menuju ke bandara. Sebelum menuju ke bandara, kami mampir terlebih dahulu ke toko oleh - oleh. #wajib dibeli.
Eh iya, karena kita memang belum ada yang pernah ke Bandara Adi Sucipto, sempat terjadi kesalahan. Kami berhenti di pintu kedatangan. Alhamdulillah jam keberangkatan masih tidak terlalu mepet. Alhasil kita masukin lagi koper ke mobil dan menuju ke pintu keberangkatan. 
Terima kasih buat Pakdhe Tim Tim, Budhe Ilma, Tante Asfa, Mba Elva, Mba Shifa dan Mba Rere yang sudah nyusul ke Jogja dan bisa bersilaturahim. Semoga dilain waktu kita bisa liburan bareng lagi. 



So sweet,,kakak azka berpelukan sama tante asfa
Saatnya kembali ke perantauan, menabung lagi untuk next our adventure. Insya Alloh Jogja masih masuk dalam daftar kota tujuan liburan kami. Liburan yang menyenangkan dan mengesankan. Terima kasih Jogja.